Bisnis dan Keuangan

Pertimbangkan 5 Hal Ini Sebelum Pinjam Uang Online untuk Biaya Nikah

https://lh3.googleusercontent.com/Cj5Ixvtbo6h96487osOl778-M4v0krgK3KV4HNFKXkbu2j8-Njxc4qwL-lcu8XNQtiiOUvEI73d_veMSRDqgJnDGPqeQwH1G1reFsMD1ZxHBHibXuOpjRb8aL_HryhDrhfmwApMP

Pinjaman uang online belakangan marak dijadikan solusi bukan hanya untuk kebutuhan darurat, namun juga untuk aktivitas lain dalam hidup seperti liburan, berbisnis, sampai biaya nikah. Ini terjadi bukan hanya karena mengajukan pinjaman uang online itu lebih mudah dan cepat, namun juga makin ke sini, makin banyak fintech yang dapat memberi limit pinjaman dalam jumlah besar. Salah satunya Kredivo, fintech pinjaman uang online yang dapat memberikan limit bagi penggunanya maksimal hingga Rp 30 juta. 

Namun, pinjaman uang online dari fintech sebenarnya tidak disarankan digunakan untuk membiayai keperluan konsumtif. Apalagi seperti pernikahan yang biayanya tidak kecil. Otomatis, dana pinjaman yang dibutuhkan juga besar. Sebab, sebagian besar fintech biasanya memiliki opsi tenor yang terbatas. Contohnya Kredivo, untuk pinjaman uang online, opsi tenor yang tersedia adalah 30 hari, 3 bulan, dan maksimal 6 bulan. Memang sih suku bunganya rendah dan flat: hanya 2,95% per bulan. Tapi, jika tenor maksimalnya 6 bulan, berarti cicilan bulannya akan lebih besar. Apakah kondisi keuanganmu siap?

Maka dari itulah, sebelum memutuskan pinjam uang online ke fintech untuk biaya pernikahan, yuk pertimbangkan dulu 5 hal krusial berikut ini.

Urgensi menikah di tengah pandemi

Keputusan melangsungkan pernikahan memang sifatnya sangat subjektif. Setiap orang, pasti memiliki alasannya masing-masing untuk tetap menjalankan acara pernikahan di tengah pandemi. Tapi, fakta bahwa menikah di tengah pandemi dengan sumber dana dari pinjaman pula, sebaiknya dijadikan alarm bahwa kondisi keuanganmu dan pasangan belum siap. Apalagi setelah menikah, akan banyak kebutuhan yang harus ditanggung. 

Dengan mengajukan pinjaman untuk biaya nikah, artinya pasca menikah akan ada dua beban dalam keuangan yang harus ditanggung dalam waktu bersamaan: angsuran pinjaman & kebutuhan rumah tangga. Jika masih ada waktu untuk ditunda demi perbaikan kondisi finansial atau karena situasi pandemi yang tidak memungkinkan, jangan ragu untuk mempertimbangkan dan mendiskusikannya bersama pasangan. 

Kestabilan finansial selama masa pandemi

Meski sudah masuk masa new normal, pandemi belum usai. Belum usai pula ketidakpastian yang harus kita semua hadapi terkait banyak hal, terutama ekonomi dan finansial. Maka dari itu, sebelum menambah beban pinjaman baru, sebaiknya cek lagi kondisi finansial pribadi selama masa pandemi ini. Apakah pemasukan saat ini akan stabil dalam jangka waktu yang sangat panjang? Apakah pekerjaan/profesimu saat ini cukup stabil dan tidak terimbas pandemi? Sebab, kondisi finansial yang stabil adalah syarat mutlak yang harus dimiliki kalau mau ajukan pinjaman. Tentu saja, tujuan utamanya agar tidak terjadi kredit macet dan membuat skor kredit menjadi buruk. 

Aturan pernikahan di era new normal yang ketat

Saat ini, aturan pernikahan di KUA atau catatan sipil masih sangat ketat dan erat akan protokol kesehatan. Meski sudah boleh mengadakan acara resepsi/pesta pernikahan, pihak penyelenggara wajib mendapat izin dan mempersiapkan protokol kesehatan yang sesuai standar bagi para tamu undangan. Selain itu, jumlah tamu undangan tidak boleh lebih dari 20% kapasitas gedung atau maksimal hanya 30 orang saja. Ini artinya, ada dua hal yang perlu kamu siapkan jika ingin menjalani pernikahan di tengah pandemi: bujet khusus untuk protokol kesehatan & memantau setiap tamu dengan ketat agar mengikuti protokol kesehatan yang berlaku demi kebaikan bersama. 

Memilih fintech yang tepat dan suku bunganya bersahabat

Keputusan kembali lagi ada di tanganmu dan pasangan. Jika sudah yakin untuk meminjam uang di fintech untuk tambahan biaya pernikahan, maka luangkanlah waktu untuk memilih fintech yang tepat. Baik dari segi limit pinjaman, pilihan tenor, hingga suku bunga. Suku bunga adalah yang paling krusial dalam hal pinjaman karena akan menentukan besar kecilnya jumlah angsuran per bulan yang harus dibayarkan. 

Kredivo adalah salah satu fintech pinjaman uang online yang dapat memberi limit hingga dua digit. Terutama bagi pengguna yang mendaftarkan diri sebagai akun Premium. Syarat daftarnya juga mudah, yaitu: (1) Khusus bagi WNI yang sudah berusia minimal 18 tahun atau maksimal 60 tahun; (2) Memiliki penghasilan tetap minimal Rp 3 juta per bulan dan dapat dibuktikan dengan foto NPWP yang valid. (3) Berdomisili di wilayah Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan, Palembang, Semarang, Bali, Yogyakarta, Solo, Malang, Makassar, Cirebon, atau Sukabumi. 

Untuk pendaftaran dan pengajuan pinjaman Kredivo, silakan unduh aplikasinya langsung di Google Play Store atau App Store. 

Pahami hitungan pinjaman dan risikonya

Bukan hanya suku bunga saja, kamu juga perlu mengecek hitung-hitungan atau simulasi pinjaman sebelum menyetujuinya. Ketahui juga informasi perihal risiko pinjaman seperti biaya denda keterlambatan. Di Kredivo misalnya, jika kamu telat membayar angsuran dari jatuh tempo yang ditentukan, akan ada denda sebesar 3% yang akan dikenakan di angsuranmu. Memahami risiko pinjaman akan membantu menjadi pengingat untuk membayar angsuran tepat waktu. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *