Berita

Fatwa Pemimpin Tertinggi Iran : Perempuan Dalam Kartun Dan Film Animasi Harus Berhijab

Iran Keluarkan Fatwa Perempuan di Kartun Harus Pakai Hijab – MASAKINI.CO

Ayatollah Ali Khamenei seorang pemimpin tertinggi Iran baru baru ini mengeluarkan fatwa yang menyatakan bahwa perempuan dalam kartun serta film animasi harus pakai hijab. Khamenei mengeluarkan fatwa tersebut sebagai respons atas pertanyaan melalui aplikasi Telegram perihal pemakaian hijab dalam film animasi. 

Seseorang bertanya kepada Khamenei, apakah karakter dalam film animasi atau lukisan tiga dimensi yang berasal dari karya seorang seniman perlu memakai hijab? Untuk mengetahui jawaban Khamaenei, mari simak berita hari ini dibawah ini :

  1. Hijab Dalam Animasi Diperlukan Karena Konsekuensi Dari Tidak Memakai Hijab

Seperti yang dikutip dari Al Arabiya, Khamanei menjawab pertanyaan tersebut dengan berkata seperti ini, meski pemakaian hijab dalam situasi hipotesis seperti itu tidak diperlukan, namun mengamati hijab dalam animasi diperlukan karena konsekuensi dari tidak memakai hijab. 

  1. Hukum Islam Yang Berlaku Di Iran Mengharuskan Perempuan Memakai Hijab Sejak Revolusi 1979

Hukum Islam yang berlaku di Iran mengharuskan perempuan memakai hijab hingga menutupi bagian kepala dan leher sejak revolusi 1979. Perempuan yang tidak memakai hijab atau membiarkan rambutnya tidak tertutup ketika berada di tempat umum akan menjadi sasaran pelecehan. 

Namun dalam dua dekade terakhir, banyak perempuan disana yang menentang pemakaian hijab dan cadar. Perempuan di Teheran dan kota kota besar lainnya hanya memakai pashmina. Dalam beberapa tahun terakhir, perempuan di Iran yang dianggap tidak memakai hijab dengan “benar” akan menjadi sasaran baik oleh polisi ataupun pria di jalan. 

  1. Seorang Perempuan Ditangkap Saat Bersepeda Karena Tidak Memakai Hijab

Bahkan, pada Oktober 2020 lalu, seorang perempuan di Iran ditangkap saat bersepeda karena tidak memakai hijab. Video yang beredar di media sosial mengatakan jika sikap perempuan yang bersepeda tersebut “menghina islam”.

Dalam video pendek yng beredar di media sosial saat itu, tampak seorang perempuan berambut panjang tanpa hijab dan cadar yang identitasnya tidak diungkapkan sedang bersepeda melintasi alun alun dan masjid agung. Mojataba Raei selaku Gubernur Najafabad menjelaskan bahwa perempuan tersebut telah melanggar norma serta menghina hijab di wilayah, dan kini telah ditangkap. 

  1. Penduduk Kota Berunjuk Rasa Setelah Adanya Pelanggaran Norma Tersebut 

Video perempuan yang bersepeda tanpa memakai hijab dan cadar yang melintasi alun alun dan masjid agung tersebut telah memicu protes dari warga serta ulama di Najafabad. Motif perempuan tersebut melakukan tindakan itu sedang diselidiki. 

Raei berucap, penduduk kota itu berunjuk rasa setelah adanya pelanggaran norma tersebut yang sebelumnya belum pernah terjadi. 

  1. Otoritas Iran Memang Memaksa Perempuan Untuk Memakai Hijab

Perempuan Iran memang diwajibkan memakai kerudung di depan umum dan juga dalam iklan. Ditahun 2020, ada sebuah iklan yang menampilkan perempuan tanpa hijab berbuntut sanksi. Mengapa hijab memainkan peran utama di Iran? 

Shahram Karami selaku jaksa penuntut di Kota Kermanshah, Iran Barat, mengatakan bahwa seorang perempuan yang menunjukkan rambutnya dalam sebuah iklan mode adalah tindakan yang “tidak bermoral”. Akibatnya, dia memerintahkan otoritas keamanan serta peradilan untuk mengejar semua individu yang terlibat dalam produksi serta distribusi video iklan mode yang menampilkan perempuan tanpa hijab tersebut. Radio Farda sebuah lembaga penyiaran berbahasa Persia di AS, melaporkan bahwa empat orang telah ditahan terkait video iklan mode tersebut. Aksi penangkapan tersebut memperjelas tekad rezim di Iran yang ingin menegakkan aturan berpakaian konservatif bagi perempuan secara ketat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *